Monday, January 12, 2015

Beberapa hal yang perlu kamu tahu sebelum beralih ke BBG


Mungkin kita semua sering mendengar istilah "BBG" atau yang biasa disebut dengan Bahan Bakar Gas, bahan bakar ini dianggap lebih 'bersih' bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan.


Dan di Indonesia sendiri stasiun pengisian bahan bakar gas juga masih terlalu sedikit, di Jakarta sebagai pusat roda pemerintahan hanya terdapat 10 buah dan yang beroperasi hanya 6 buah, coba anda bayangkan. Dan faktanya memang masyarakat masih cenderung lebih nyaman menggunakan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar pada umumnya, seperti bensin dan solar, sangat diharapkan peran aktif dari Pemerintah demi menggalakan pengalihan bahan bakar yang digunakan oleh masyarakat. Well, terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa fakta yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan untuk beralih ke BBG, apa sajakah itu ?


1. Kompatibel
ilustrasi
Kenapa harus kompatibel, karena sebagian besar tidak semua jenis bisa menggunakan bahan bakar yang akan dipakai untuk mengalihkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini. Jadi artinya ada biaya tambahan untuk pembelian suku cadang sebelum kamu bisa menikmati BBG ini.

2. Ruang bagasi terpakai
ilustrasi
Nah hal berikut yang perlu kamu tahu adalah ruang bagasi mobil kamu yang sepenuhnya akan terpakai untuk BBG, kenapa? BBG menggunakan tabung yang memiliki level I - IV, semakin besar angka levelnya semakin berat material penyusunnya dan juga Jika mobilnya berjenis sedan, maka akan menyulitkan konsumen dalam menggunakan bagasinya karena sebagian ruang terpakai untuk peralatan konversi dari BBM ke gas. 

3. Jarak jangkau lebih rendah
ilustrasi
Mobil yang menggunakan gas punya jarak jangkau lebih rendah ketimbang mobil dengan BBM. Dengan kondisi ini, mobil berbahan bakar gas harus sering melakukan pengisian. Otomatis, jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum yang menyediakan gas ataupun stasiun pengisian bahan bakar gas harus tersedia di banyak tempat.
Karena kelemahannya itu, tidak heran pertumbuhan mobil pribadi yang menggunakan bahan bakar gas lambat. Artinya, tidak banyak masyarakat yang menggunakannya.

4. Kurangnya kesadaran masyarakat
ilustrasi
Di negara - negara maju seperti Selandia Baru yang sudah lama memakai gas, tetapi pertumbuhan pemakainya tidak besar. Bahkan, Jepang hanya memakai gas untuk taksi. Pengendara lain tetap memakai BBM dengan harga mahal karena yang penting fleksibilitas. Begitu pula kondisi di Pakistan dan negara-negara Eropa. Padahal, harga bahan bakar gas lebih murah daripada BBM.

Pemerintah seharusnya melihat negara-negara tersebut dalam menerapkan bahan bakar gas sebagai upaya untuk mengurangi subsidi.

Silahkan dicopas, dan jangan lupa mencantumkan sumber.


EmoticonEmoticon